WKMA NON YUDISIAL TUTUP DIKLAT CAKIM ANGKATAN III

CIAWI-HUMAS. “Diklat Cakim ini terlalu singkat, yang dulu dilakukan selama 8 bulan, walaupun secara materi pemadatan tidak kalah. Dibandingkan diklat Cakim di Perancis selama 3 tahun”, demikian simpaikan oleh Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Harifin A. Tumpa, hari ini (22/11) dalam acara penutupan Diklat Calon Hakim Angkatan ke III di gedung Pusdiklat Mahkamah Agung, Megamendung, Ciawi.

Selanjutnya, Harifin juga meminta kepada Kepala Badan Diklat Litabng MA, untuk memikirkan kembali anggaran dan kurikulum Diklat untuk di masa mendatang. Diklat ini diberikan hanya sekadar untuk bisa termotivasi agar bisa dikembangkan. Tugas saudara yang akan memperluas wawasan saudara sendiri, yaitu bagaimana perilaku saudara dilapangan nanti, ujarnya.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Diklat Mahkamah Agung, Supandi menyatakan, bahwa penyelenggaraan diklat ini berjumlah 496 orang cakim dengan rincian : 244 dari Peradilan Umum, 1 orang tidak dapat mengikuti Diklat karena telah mendapat disiplin berat dari Mahkamah Agung, 3 orang yang ditunda kelulusannya. 226 orang Cakim dari Pengadilan Agama, dan 26 orang Cakim dari Pengadilan Tata Usaha Negara. Seharusnya, diklat ini dilaksanakan selama 3 bulan, akan tetapi keterbatasan anggaran maka kegiatan Diklat Cakim Angkatan III ini, hanya dilaksanakan selama 6 minggu dengan jam belajar mulai pukul 08.00 – 22.00 WIB ini dimulai dari tanggal 12 Oktober – 22 November 2008.

Kapusdiklat juga mengumumkan 3 orang Cakim peserta terbaik dari masing-masing Badan Peradilan. Dari Pengadilan Umum, peserta terbaik pertama, Ersin, Cakim dari PN. Singkawang; peserta terbaik kedua, Nugraha Medika Prakasa, Cakim dari PN. Metro; peserta terbaik ketiga, Doi MelvCakim, Cakim dari PN. Tangerang. Peserta terbaik dari Pengadilan Agama, terdiri dari: pserta terbaik pertama, Asep Ridwan, Cakim PA. Sukabumi; peserta terbaik kedua, Hayatul Maqi, Cakim PA. Banten; peserta terbaik ketiga, Hermin Srimulani, Cakim PA. Malang. Peserta terbaik dari Pengadilan Tata Usaha Negara terdiri dari : peserta terbaik pertama, Achdiyat Eko, Cakim dari PTUN. Jambi; peserta terbaik kedua, Anang Suseno Hadi, Cakim PTUN. Mataram; peserta terbaik ketiga, Chaterina Junita, Cakim PTUN. Surabaya.

Dalam kesempatan itu pula disampaikan kesan dan pesan oleh salah seorang peserta Diklat Cakim Angkatan ke III yang diwakili oleh Harifin yang juga selaku Ketua Senat Diklat Cakim Angkatan III, Cakim yang berasal dari PA. Yogyakarta, menyatakan; bahwa peserta sangat bangga menjadi bagian dari MA dan sangat bangga karena dipilih sebagai generasi pertama menempati gedung pusdiklat teknis peradilan. Hal tersebut sesuatu yang wajib disyukuri dan sesuatu hal wajib dibayar dengan ethos kerja yang lebih baik. Perasaan bangga terhadap pimpinan, Hakim Agung, para instruktur, para pendamping diklat yang secara langsung telah membimbing kami sebagai peserta diklat cakim. Betapa sahabat-sahabat kami cenderung arif dengan kondisi dan fasilitas yang ada dan disamping itu juga memiliki ethos kebersamaan dan ditempat ini kita menemukan kebersamaan dan merasa bangga. Mudah-mudahan kebersamaan yang telah dibayar ini menjadi bagian yang tidak terlupakan, ujarnya.

Penutupan Diklat Cakim ini ditandai dengan dilepasnya tanda peserta secara simbolis peserta Diklat oleh Wakil ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial.(jup)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: